Pages

Jumat, 25 Juli 2014

#1 Kerja Buat Siapa?

Ini sudah kesekian kalinya saya mengikuti sebuah organisasi/kepanitiaan, tapi baru setelah bertahun-tahun terjun di dunia ini, baru semalam saya berefleksi tentang apa itu "etos kerja" dalam organisasi/kepanitiaan. Ya..baru semalam, oh tepatnya tengah malam yang sudah berganti pagi :)

Setiap orang punya egonya sendiri, dan tidak munafik jika setiap orang, termasuk saya, ingin ego tersebut dipenuhi. Yang seringkali menjadi 'penghambat' terpenuhinya ego setiap orang adalah karena kita hidup di dunia sosial, bertemu dengan manusia yang sama punya egonya dengan kita. Ego bertemu dengan ego, lalu bertabrakan, dan di situlah kita belajar berbagi dan mengerti.

"etos kerja" yang rupa-rupanya seringkali dilupakan dalam berorganisasi/berpanitia adalah "kerja buat siapa?" Orang satu ngotot pengen kaya gini, yang lain keukeh pengen kek gitu...dan terkadang tidak kesemua ide/masukan/kritik/saran tersebut dapat diterima, artinya terkadang ada yang harus "berlapang dada" mengalah. "...and here is what people you are revealed."

Masa-masa 'tabrakan' seperti itu menjadi media yang sangat baik untuk belajar memahami karakter orang dan diri sendiri. Menjadi pihak yang diterima selalu menjadi sisi yang menyenangkan, tapi bagaimana dengan yang harus "belajar menerima"?

Hari-hari ini saya sedang 'kalah suara' dalam rapat, sekaligus 'menang besar'. Saya belajar apa itu egois, sombong, ngotot, kalah, menang, rendah hati, dan hormat. Ketika lelah untuk bersuara, melalui proses yang tidak menjemukan, pertanyaanya "kerja untuk siapa?", "bertahan untuk siapa?"

Sepertinya itu yang sering kali orang lupa, memaksakan pendapat, dan ketika tidak didengar/diterima memilih untuk keluar. Pertanyannya "kerja untuk siapa?"

Saya mulai berpikir, dalam keorganisasian/kepanitiaan yang sederhana saja seringkali orang tidak bisa meredam egonya, lalu bagaimana ketika kita masuk dalam kerja sosial-masyarakat maupun partai politik? Seringkali orang lupa bahwa di saat kita memutuskan untuk terjun, kita berjuang untuk orang lain bukan untuk diri sendiri. Jadi saat melalui fase-fase yang 'menyebalkan' ini, sepertinya pantas untuk diingat "kerja untuk siapa?"..dan saat mulai merasa tertekan lagi, pantas untuk ditanamkan dalam komitmen "saya kerja untuk mereka..."

http://inspirationaltravel.blogspot.com/2013/03/douglas-adams-quotes.html

“It’s not about me; it’s about them….”