Pages

Rabu, 24 Juni 2015

#13 Jeruji Imaji



Dari balik jendela ini, biasa aku terdiam. Termenung, sepi, sambil menatap ke arah langit-langit biru cerah. Imajinasiku liar. Jendela ini, menjadi satu-satunya tempat yang bisa membebaskan pikiranku dari penjara tubuh.

Entah sudah berapa tahun lewat. Saat dimana aku memandang ke jendela, dan membayangkan diriku yang telah dewasa. Kebebasan. Terbang ke tempat antah berantah, dan memulai segala hal yang baru. Menjadi diriku sendiri. Utuh.
***

Dan di sinilah aku sekarang. Wanita berumur dua puluhan. Apa yang berubah? Aku berpikir keras...
Tak ada!


Masihkah aku memandang jendela ini dengan perasaan yang sama ketika aku seorang bocah? 
Penipu!
Kebebasan tidak serta merta diraih kala aku dewasa. 
Penipu!


Haruskah aku marah karena ilusi jendela ini? Atau haruskah aku marah pada diriku sendiri yang terlalu naif? Pada akhirnya aku menyadari, kebebasan tidak serta merta datang karena aku berusia duapuluhan. Kebebasan datang kala aku berani memperjuangkannya.