Bertemu dengannya adalah hal yang sampai hari ini sangat saya syukuri..mencintai dan dicintai dengan sangat, mampu membuat hati ini luluh juga :)
Darinya saya belajar bahwa mengasihi dan mencintai tidak hanya didasarkan pada perasaan, tapi dari komitmen. Ketika saya harus menghadapi 'kegalauan' dan 'kelelahannya', seringkali hati merasa berat untuk menghadapi 'egonya'. Berat rasanya ketika saya bertanya baik-baik dan menunjukkan perhatian, tapi jawabnya hanya seala-kadar, tanpa semangat, bahkan terkesan mendorong. Ingin ego saya membiarkan dia sendirian sampai dia bisa menata dirinya kembali. Lalu saya teringat.....jikalau dia mendasarkan perasaan sayangnya hanya pada 'perasaan' sudah pasti dia meninggalkan saya sedari dulu :)
Teringat diri saya yang terkadang masih 'ababil' dan seringkali 'moody' sudah tentu bukanlah hal yang mudah untuk dia hadapi, tapi toh dia masih mengasihi saya. Ketika saya menjadi sulit untuk dipahami, dia tidak pergi..dia tetap menunjukkan kasihnya pada saya. Ketika saya marah dan kesal dengannya, dia masih tetap memperhatikan dan menegur saya. Hal yang mungkin dia tidak menyadari adalah bahwa yang membuat saya benar-benar 'terikat' dengan orang ini adalah hal-hal kecil yang dia lakukan untuk saya. Kesederhanaan dalam sikapnya yang menunjukkan kasihnya pada saya. Kesederhanaan yang tanpa perlu dia ucapkan, saya tau bahwa dia sungguh-sungguh mengasihi saya, bukan dengan perasaannya saja, tapi dengan komitmennya.
Oleh karena kasih yang selalu dia tunjukkan itulah, saya belajar untuk mengasihi juga dengan komitmen. Saya belajar untuk lebih bersabar, menghilangkan sifat 'moody', dan terus mengasihi. Kepadanya yang saya ucapkan, terimakasih :)