Pages

Kamis, 01 Januari 2015

#9 Yang Pertama dari 365

Saya masih ingat sekali. Di saat saya berusia 10 tahunlah atau waktu saya kelas 4 SD, saya mulai merasa bahwa satu tahun itu berjalan begitu cepat. Sebelum-sebelumnya, ulang tahun selalu menjadi momen yang saya tunggu: umurku tambah satu tahun! =D Sekarang, saking cepatnya, kemarin baru aja 21, besok April sudah aja mau 22.

Bertambah usia membuat saya semakin merasa bahwa tanggungan hidup saya tidak semakin mudah. Sudah ada beberapa hal yang harus direncanakan dengan matang. Ulang tahun masih menjadi momen yang spesial bagi saya, selalu spesial, tapi proses bertambah usia harus juga dibarengi dengan bertambah dewasa. Dan akhir-akhir ini saya benar-benar merasakan proses bertambah dewasa itu.

Jatuhnya pesawat dan beberapa berita duka, serta banyaknya bencana alam yang terjadi membuat saya sadar bahwa manusia berada begitu dekatnya dengan kematian. Manusia tidak pernah tahu kapan waktunya dan seperti apa caranya, dan usia tidak pernah menentukan kapan saatnya tiba. Mengutip dari khotbah Pdt. Debora kemarin, "Ketika Tuhan berkata, 'Sudah selesai1', ya sudah selesai. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk melawan kuasa Tuhan." Bayang-bayang begitu misterius dan fananya hidup membayangi saya.

Tuhan begitu murah hati dalam kehidupan saya. Perenungan yang mengakhiri tahun 2014 dan mengawali tahun 2015 ini membuat saya senantiasa memiliki pengharapan untuk hidup lebih baik, memberikan pelayanan kepada sesama lebih baik, dan mengasihi orang-orang yang Tuhan titipkan dalam kehidupan saya.

Saya bersyukur bahwa saya tumbuh di dalam keluarga yang memberikan saya pendidikan terbaik dan segala fasilitas kehidupan terbaik. Dasar tersebut membuat saya bertumbuh dengan memiliki self-respect yang baik. Percaya bahwa saya bisa! Selain itu, melalui keluarga saya, Tuhan mengijinkan saya tumbuh menjadi seorang wanita yang tegar, pantang menyerah, dan memiliki self-endurance yang baik.

Di saat dasar-dasar nilai di keluarga mulai mengantarkan saya pada kemandirian, Tuhan menyediakan orang-orang terbaik yang mengelilingi saya: sahabat dan seorang partner. Saya, dulunya, adalah seorang yang sangat idealis. Beberapa karakter yang lemah pun banyak melekat dalam diri saya, dan melalui merekalah sedikit demi sedikit, Tuhan mulai mengikis kelemahan saya: dari seorang yang saklek, perlahan-lahan saya belajar untuk melihat dan menilai dari banyak sisi. Berusaha memahami alasan seseorang melakukan sesuatu, lebih dari hanya menilai tindakan tersebut. Bagi saya, mereka adalah hadiah yang Tuhan anugerahkan bagi kehidupan saya. Permata-permata yang tidak akan pernah tergantikan dalam kehidupan saya, dan ingin saya jaga sebaik-baiknya.

Dimulai dari keluarga, berlanjut kepada sahabat, sampai kekasih, membuat saya sadar bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan cara untuk mengirimkan malaikat-malaikatnya untuk turut menjagai saya. Bagi saya kehidupan adalah pelayanan terhadap sesama sebagai ucapan syukur saya atas kehidupan yang terlah Tuhan beri.

2015: semoga tahun ini saya bisa lebih banyak menjadi berkat bagi banyak orang, semakin memberikan pelayanan terbaik, tanpa kehilangan semangat untuk bermain. =D

Kristus beserta..

Rabu, 31 Desember 2014

#8 The Last Day in 2014

Merupakan sebuah hari yang akan penuh dengan perenungan. Suasana nan khusuk dibarengi dengan perjamuan suci, serta renungan akhir taun yang tidak pernah gagal membuat saya menitikkan air mata. Sudah 12 bulan, 52 minggu, dan 365 hari. =)

Ada berbagai perasaan sendu yang meliputi setiap akhir tahun, tapi saat saya mengingat sedikit memori yang telah lalu,  bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan cara untuk menguatkan saya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mengakhiri tahun 2012 dan memasuki tahun 2013, saya ingat bahwa Tuhan janjikan saya kemenangan dan itu benar2 terjadi di tahun 2013: penuaian kesuksesan besar-besaran. Akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013, sejujurnya, merupakan tahun yang sangat saya rindukan untuk diulang lagi. Lengkap sekali hidup saya saat itu.

Akhir tahun 2013 tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Dimulai dari bulan Oktober memuncak bulan Desember, merupakan pukulan yang sangat tidak mudah untuk saya lalui. Akan tetapi, saya ingat bahwa di saat saya kehilangan harapan untuk membayangkan langkah di tahun 2014, Tuhan menguatkan saya dengan Roma 12:12. Saya ingat, rasanya seperti ditampar, bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan cara untuk membuat saya ingat bahwa masih ada harapan, dan segala sesuatu akan baik-baik saja. Dua bulan pertama di tahun 2014 merupakan bulan yang sulit. Saya teringat, mulai dari akhir tahun 2013 dan Februari 2014, begitu banyak hal-hal menyesakkan terjadi dan sudah tidak terhitung berapa banyak air mata tumpah.

Dan di sinilah saya sekarang...hari terakhir di tahun 2014.Tidak mudah menggambarkan tahun ini, Tidak mudah juga untuk belajar kuat dan berjalan dengan iman mengingat masalah-masalah yang begitu pelik, yang secara manusia, jujur, saya sudah kehabisan cara untuk bertahan. Saya heran, bagaimana cara Tuhan untuk menolong saya? Karena bagi saya sebagai manusia, ini merupakan jalan buntu. Saya sudah hampir menyerah. Terlalu banyak emosi yang sudah saya tahan.

Namun demikian, saya masih tetap menunggu keajaiban Tuhan karena saya mengerti, bahkan kenyataan bahwa saya masih bisa bertahan, kenyataan bahwa saya adalah saya yang sekarang, itu juga karena kasih karunia Tuhan, karena secara manusia dan secara logika, tidak mungkin saya masih bisa kuat. Tuhan begitu baik untuk saya. Tuhan sediakan banyak hal yang membuat saya bersukacita dan bahagia.

The last day in 2014, and I am still waiting for what He provides me for the next year! =)