Merupakan sebuah hari yang akan penuh dengan perenungan. Suasana nan khusuk dibarengi dengan perjamuan suci, serta renungan akhir taun yang tidak pernah gagal membuat saya menitikkan air mata. Sudah 12 bulan, 52 minggu, dan 365 hari. =)
Ada berbagai perasaan sendu yang meliputi setiap akhir tahun, tapi saat saya mengingat sedikit memori yang telah lalu, bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan cara untuk menguatkan saya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mengakhiri tahun 2012 dan memasuki tahun 2013, saya ingat bahwa Tuhan janjikan saya kemenangan dan itu benar2 terjadi di tahun 2013: penuaian kesuksesan besar-besaran. Akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013, sejujurnya, merupakan tahun yang sangat saya rindukan untuk diulang lagi. Lengkap sekali hidup saya saat itu.
Akhir tahun 2013 tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Dimulai dari bulan Oktober memuncak bulan Desember, merupakan pukulan yang sangat tidak mudah untuk saya lalui. Akan tetapi, saya ingat bahwa di saat saya kehilangan harapan untuk membayangkan langkah di tahun 2014, Tuhan menguatkan saya dengan Roma 12:12. Saya ingat, rasanya seperti ditampar, bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan cara untuk membuat saya ingat bahwa masih ada harapan, dan segala sesuatu akan baik-baik saja. Dua bulan pertama di tahun 2014 merupakan bulan yang sulit. Saya teringat, mulai dari akhir tahun 2013 dan Februari 2014, begitu banyak hal-hal menyesakkan terjadi dan sudah tidak terhitung berapa banyak air mata tumpah.
Dan di sinilah saya sekarang...hari terakhir di tahun 2014.Tidak mudah menggambarkan tahun ini, Tidak mudah juga untuk belajar kuat dan berjalan dengan iman mengingat masalah-masalah yang begitu pelik, yang secara manusia, jujur, saya sudah kehabisan cara untuk bertahan. Saya heran, bagaimana cara Tuhan untuk menolong saya? Karena bagi saya sebagai manusia, ini merupakan jalan buntu. Saya sudah hampir menyerah. Terlalu banyak emosi yang sudah saya tahan.
Namun demikian, saya masih tetap menunggu keajaiban Tuhan karena saya mengerti, bahkan kenyataan bahwa saya masih bisa bertahan, kenyataan bahwa saya adalah saya yang sekarang, itu juga karena kasih karunia Tuhan, karena secara manusia dan secara logika, tidak mungkin saya masih bisa kuat. Tuhan begitu baik untuk saya. Tuhan sediakan banyak hal yang membuat saya bersukacita dan bahagia.
The last day in 2014, and I am still waiting for what He provides me for the next year! =)
0 komentar:
Posting Komentar