Aku pernah menjadi naif terhadap cinta. Jatuh cinta pada seorang lelaki, dan berpikir bahwa aku takkan bisa hidup tanpanya. Dan berpikir bahwa tidak akan pernah ada orang lain yang bisa menggantikan tempatnya nanti jika ia tak lagi di tempatnya.
Maka aku belajar. Belajar memasukkan logika dalam cintaku. Dan ketika aku memasukkan logika dalam cintaku, itu tak seperti yang kubayangkan.
Dan di sinilah aku sekarang:
Terpaut pada seorang lelaki, dan menemukan diriku terikat padanya. Seberapa pun aku mencoba menggunakan akalku, pada akhirnya aku kembali. Dan dia, seberapa pun keras pula ia mencoba menggunakan akalnya, ia pun akan pulang kembali padaku.
0 komentar:
Posting Komentar