Pages

Rabu, 30 Juli 2014

#3 Hidup itu adil?

Saya tidak terlalu yakin bahwa hidup itu adil..tapi saya percaya bahwa Tuhan itu MAHA ADIL. Apakah lantas opini saya berseberangan? Karena bukankah hidup ada karena Tuhan? Lantas bagaimana saya percaya bahwa Tuhan MAHA ADIL sedangkan saya berkata bahwa hidup itu tidak adil?
Entahlaah...

Malam hari ini saya pergi makan malam di luar bersama keluarga. Tiba-tiba ada seorang bapak menawarkan majalah-majalah untuk kami beli. Trenyuh sekali hati saya. Ini sudah malam, dan masih saja ada beliau yang menjajakan majalahnya. Berapa keuntungan yang dia dapat? Atau lebih tepatnya adakah yang membeli majalahnya hari ini?

Spontan sekali saya merasa sangat sedih. Saya teringat sebuah kisah tentang 'sarjana' yang mengemis-ngemis, maksud saya benar-benar mengemis dan penghasilannya bisa membuatnya hidup berlimpah. Seorang SARJANA!!! Teringat juga seorang pengemis di dekat rumah kos saya, yang cara mengemisnya sangat refined sekali...dia mengucapkan doa-doa berkat untuk kami sembari meminta welas asih kami...sedangkan dia masih muda, saya rasa belum sampe 30 tahun, badannya tambun dan sangat segar. Haruskah mengemis?

Ironi sekali...di saat pria yang berusia senja siang malam bekerja untuk sesuap nasi, di saat tubuh yang seharusnya dimanjakan harus memanggul beban yang mungkin melebihi berat badannya, sedangkan orang-orang yang masih muda, segar, dan produktif justru hidup hanya dengan bergantung pada welas asih orang. Yang menjadi ironi adalah 'penghasilan' mereka justru lebih banyak daripada mereka yang masih mati-matian bekerja. Lantas tidak heran jika ketika pak gubernur mengalami kesulitan saat hendak menertibkan orang-orang seperti ini. Bagaimana tidak? 'Pekerjaan' mereka menghasilkan 'pendapatan' yang lebih besar daripada harus banting-tulang 'bekerja'.

Melihat realita ini seringkali saya terdiam dan merenung. Ketika melihat mereka yang benar-benar bekerja membanting tulang, apalagi dengan usia yang tak lagi muda, terkadang justru saya memalingkan muka atau sengaja tidak melihat...karena saya tidak bisa menahan hati untuk tidak merasa trenyuh. Dan spontan...bayangan-bayangan tentang mereka yang tak seharusnya meminta welas asih orang terlintas. "Apakah hidup ini adil?"

0 komentar:

Posting Komentar