Pages

Minggu, 27 Juli 2014

#2 ini CINTA!!

Prianya terlahir di keluarga yang berada, namun sayang bisnis mereka jatuh, dan terpaksa ia berhenti sekolah di SD/SMP *saya lupa, yg jelas bukan SMA*

Si wanita terlahir dari keluarga berada, hidup serba enak dan dimanjakan....lantas dia bersekolah di perguruan tinggi swasta terwahid di ibu kota.

Si pria memilih menjalani hidup dengan memenuhi panggilan Tuhan bagi dirinya..menjadi seorang 'hamba Tuhan' walaupun bukan bernaung di bawah gereja...dengan penghasilan hanya 300rb/500rb *sy lupa lg tepatnya, tetapi jelas tak lebih dr angka 5*
 ***
Dan mereka menikah, menjadi pembicara yang sangat inspiratif, terjun dalam pelayanan, melayani Tuhan bersama-sama...keliling dunia berdua, terjun dalam sebuah pelayanan bersama yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing, menjadi tim yang sangat solid, dan terutama menjadi berkat.
- Terlalu biasa??
- Tidak mungkin!! Tidak mungkin semudah itu...
- How come? Kok iso?

Jelas ada cerita..

Pertemuan mereka sederhana, pertemuan mereka tidak spesial, dari sebuah kebetulan yang jelas bukan kebetulan kalau Tuhan mengijinkan. Dengan perbedaan yg 'cukup' atau 'jelas' mencolok ini, pasti ada cerita.

Hari itu si pria bercerita:
Saya berkata kepadanya *si wanita, red*, "Saya hanya lulusan SD/SMP *lupa*..penghasilan saya hanya 300/500rb *lagi2 sy lupa*."
"Ketika saya mengatakan hal itu", kata si pria, "tidak ada perubahan raut muka darinya *si wanita*."

...............wow...batinku berkata

Hari berikutnya si wanita melanjutkan:
Ketika dia pergi ke rumah saya untuk bertemu ayah..dia hanya berpakaian sederhana, atau katakanlah 'dekil', menenteng-nenteng tas kresek. Begitu bertemu, ayah menarik saya dan berkata "Apa tidak ada yang lain?"
Si wanita dengan tegas menjawab "TIDAK!!"

...............is that for real?...I was absolutely speechless
***

Ini kisah cinta yang paling dekat sekaligus paling membekas di hati saya. 
Dari sisi pria, saya berpikir, hebat sekali dia. Bagaimana rasanya? Kehidupannya berubah sangat drastis, namun dia tidak menyimpan kepahitan, dia 'bangga' dengan panggilan hidupnya sebagai seorang 'pelayan Tuhan'. Ketika dia mencintai seorang wanita, dia 'sadar' akan posisinya, dia menawarkan 'keadaannya' kepada si wanita, bukan menutupi-nutupi karena takut ditinggalkan..dan sebagai imbalannya si wanita menerimanya UTUH, tanpa perubahan raut muka yang menandakan adanya kekecewaan karena keadaan.
Saya hormat dengan pria ini membayangkan tekanan yang dia hadapi sembari berjuang untuk bisa bersama wanita yang ia kasihi, membayangkan pergulatan pribadi, maupun tekanan eksternal.

Dari si wanita, saya berpikir, wanita ini luar biasa. Betapa tidak..dengan semua yang dia miliki, pendidikan yang dia enyam, dia tetap menautkan hatinya pada seorang pria yang 'sederhana' dan tanpa ragu ia menerima, serta menghilangkan opsi lain. Hatinya tegas,,dan mantab, tp bkn berarti tekanan berhenti. Sebagai wanita, saya mengerti bahwa pasti ada tekanan dr luar yg menekan sangat sampai ke dalam, tp toh dia tetap bertahan.
***

Cinta adalah rasa syukur. Cinta adalah doa. Beberapa orang percaya bahwa jodoh di tangan Tuhan, yang lain percaya bahwa Tuhan memberi keleluasaan bagi kita untuk memilih dengan siapa kita hendak menjalani hidup.
Saya percaya bahwa Tuhan menghormati keputusan saya, termasuk dengan siapa saya hendak menjalani hidup, tapi saya tidak bisa menyangkal bahwa doa senantiasa menjagai langkah saya. Sudah tidak terhitung berapa kali Tuhan menutup jalan saya dengan seorang pria, yang pada akhirnya saya memahami bahwa Dia melakukannya untuk kebaikan saya,,,sampai ada suatu masa, ketika saya merasa lelah, mulai menyerah, dan pasrah dengan keadaan untuk memperjuangkan kebersamaan dengan orang yang saya kasihi, Tuhan menjagai saya untuk tetap bertahan.
Seringnya 'kebetulan', bahkan saking seringnya 'kebetulan', membuat saya sadar bahwa ini bukan 'kebetulan'. Di saat mulai lelah dan menyerah, doa menggerakan Tuhan untuk menggerakan segala hal yang ada di sekitar saya untuk menyampaikan sebuah pesan: "Jangan menyerah!" "Belum waktunya menyerah, nak."

"Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Tapi kita bisa memilih, siapa yang patut untuk tetap diperjuangkan."
Ada kalanya kita mencintai seseorang yang akhirnya harus dilepaskan. Ada kalanya kita diperhadapkan pada pilihan. Ada kalanya kita harus menyerah. Ada kalanya kita dikhianati, dan lain sebagainya. Tapi jangan lupa, juga masih ada orang yang patut untuk diperjuangkan. Jangan sampai 'luka' membuat kita 'buta' akan segala hal yang masih baik dan pantas untuk diperjuangkan.

http://berawancom.blogspot.com/2014/05/kita-tidak-bisa-memilih-dengan-siapa.html

0 komentar:

Posting Komentar