Pages

Jumat, 18 Desember 2015

#19 Kado Natal

Tahun ini, kami bertukar kado natal lagi. Beberapa orang mengatakan membelikan pakaian untuk kekasih itu pamali. Cinta mereka dipercaya akan kandas. Tapi aku tetap membeli kaos.

Pertimbanganku memilih hadiah sederhana: aku memilih membelikan kado yang jelas berguna untuk orang tersebut. Sama seperti beberapa wanita lain, aku suka diberi hadiah apapun, dari yang bisa kugunakan sehari-hari sampai pajangan yang hanya bisa memanjakan mata. Tetapi lain halnya dengan pria. Aku belajar bahwa membelikan barang untuk pria itu tidak mudah. Dan kekasihku bukanlah tipe orang yang pandai merawat barang yang "memanjakan mata" itu. Jadi, kupikir tiada guna jika kusamakan seleraku dengannya.

Tidak takutkah aku akan mitos itu?
Konon katanya, beberapa orang memang telah membuktikannya.

Keputusanku sederhana. Aku memiliki iman yang besar untuk percaya bahwa Tuhan yang memberikan kesempatan, kami yang mengusahakan, dan kembali pada-Nya yang menentukan. Jadi aku percaya saja, Tuhan yang telah memberikan kami kesempatan untuk berjumpa, mengenal, dan berbincang. Kami yang mengusahakan yang terbaik yang kami bisa. Dan kembali, Dia yang akan memutuskan.

0 komentar:

Posting Komentar